Rabu, 29 Juli 2015

sayyidina ALI BIN ABI THALIB "menantu Rasulullah saw yang gagah berani"

Assalamu'alaikum sarahmatullahiwabarakaatuh..sahabat semua kembali saya ingin mengisi blog ini dengan tulisan tulisan yang bagi saya dapat bermanfaat dan semoga juga bagi sobat sobat sekalian..kali ini saya ingin menulis kisah seorang sahabat Nabi Muhammad saw sekaligus menantu beliau yakni Ali bin abi thalib ra.
Ali bin abi thalib adalah khalifah pertama dari keluarga Hasyim, ayahnya adalah abu thalib bin abdul muthalib bin abdu manaf dan ibunya bernama fatimah binti asad bin hasyim bin abdi manaf. untuk meringankan beban abu thalib yang memiliki anak banyak, Nabi Muhammad saw merawat Ali bin abu thalib maka Ali pun tinggal bersama Rasulullah saw,
Ali dilahirkan di dalam ka'bah dan memiliki nama kecil Hadirah, Ia baru menginjak  usia sepuluh tahun ketika rosulullah saw menerima wahyu yang pertama, Sejak kecil ali telah menunjukan pemikiran yang kritis dan brilian, kesederhanaan,kerendah hatian ,ketenangan dan kecerdasan dari kehidupan Ali yang  bersumber dari Alqur'an wawasan Ali ra yang luas membuatnya menempati posisi istimewa diantara para sahabat Nabi saw, kedekatan Ali dengan keluarga Arosulullah saw bertambah dekat ketika beliau menikahi putri bungsu Rosulullah saw yakni Fatimah binti Rosulullah saw.
dari segi agama Ali bin abi thalib ra adalah seorang ahli agama disamping ahli sastra yang terkenal antara lain lewat buku beliau "Najhul balaghah", Ali bin abi thalib ra. salah satu pemuda pertama tama yang masuk islam dimana kala itu belum ada pemuda yang masuk islam yakni usia belia baru umur 10 thn ketika belia masuk islam dan tak ada keraguan padanya ketika beliau menerima islam sebagai agamanya.
Syahidnya Utsman bin affan khalifah ke 3 membuat kursi kekholifahan kosong selama 2 samapi tiga hari, banyak orang kususnya para pemberontak yang membunuh Utsman bin affan ra mendesak Ali bin abi thalib untuk emnggantikan posisi Utsman bin affan, para sahabat Nabi Muhammad saw meminta akhirnya dengan sangat terpaksa Ali bin abi thalib menerima jabatan khalifah tersebut, mungkin karena suasana peralihan kekhelifahan yang kala itu penuh dengan kekacauan,para pemberontak penyebab syahidnya Utsman bin affan ra bercokol membuat keonaran, sementara banyak orang menuntuk ada upaya hukum terhadap pembunuh Utsman bin affan, situasi tersebut membuat Ali tidak bisa fokus menata pemerintahan baru yang cerah ,upaya beliau untuk mengganti gubernur yang dipilih utsman bin affan malah menimbulkan konfik internal antara Ali dan Muawiyah, disisi lain muncul juga konflik Ali bin Abi thalib dengan beberpa sahabat Nabi saw yang dipimpin Asyiah,puncak konflik tersebut mengakibatkan meletusnya perang jamal (perang unta), dinamakan demikian karena Asyiah mengendarai Unta, thalhah bin ubaidillah dan zubair bin awwam r.a gugur saat menjadi pembela dipihak asyiah, sedang Asyiah tertawan.
demikian juga pertentangan politik antara Ali dan Muawiyah mengakibatkan perang siffin (37 H), pasukan Ali bin Abi thalib yang berjumlah sekitar 95.000 orang melawan 85.00 orang pasukan Muawiyah, ketika  peperangan hampir berakhir pasukan Ali berhasil mendesak pasukan Muawiyah, namun amr bin ash mengangkat musaf Alqur'an untuk menyatakan damai, lalu ali memerintahkan pasukanya untuk menghentikan peperangan dan terjadi gencatan senjata, akibat kfebijakan Ali itu pasukan ali terbelah manjadi dua kelompok. kelompok syiah mendukung keputusan Ali, kelompok Murjiah mengundurkan diri, kelompok khawarij memisahkan diri karena tidak senang dengan keputusan Ali bin abi thalib tersebut lalu kemudian mereka justru menjadi pemberontak dan menyatakan tidak setuju dengan Ali sebagai khalifah, untuk mewujudkan itu mereka menyuruh Abdurahman bin muljam untk membunuh Ali bin abi thalib di kufah, lalu syahidlah Ali bin abi thalib ketika sat menuju masjid, khalifah Ali bin abu thalib gugur pada tanggak 19 ramadhan 40 H dengan usia 63 tahun syahidnya beliau menandai berakhirnya era khulafaur rosyidin, beliau lalu digantikan oleh putrnya Hasan bin Ali bin abu thalib dan ditangn Hasan kelak pemerintahan diserahkan kepada muawiyah dengan alasan untuk menghindari korban umat muslim lebih banyak lagi akibat perang saudara.
Ali bin abi thalib adalah seorang ksatria islam yang gagah berani,jasa beliau dlam membela islam dan Rosulullah saw tidak terhitung dan amat besar, beliau lah yang dulu rela menggantikan posisi Nabi Muhammaad saw dikamar beliau saat nabi saw hendak hijarah karena sudah dintai kaum quraisy untuk membunuh Nabi saw, den Ali rela apabila ia harus terbunuh menggantikan posisi Nabi Muhammad saw.
belaiu juga sahabat terdekat Nabi Muhammad saw maka Ali adlah ahli agama karena beliau menyerap ilmu agama langsung dari Nabi Muhammad saw. keberanian beliau dalam membela islam sangat lah luar biasa tidak ada perang yang beliau tinggalkan dlaam membela agama islam dan Nabi muhammad saw.
ketika beliau beliau menjadi kholifah beliau tak bisa memperlaus daerah kekuasaan islam disebabkan kondisi politik dalam negeri yang carut marut ,penuh pemberontakan maka beliau fokus untuk menata kondisi politik dalam negeri meskipun beliau akahirnya gugur sebagai syuhada dalam berjihad membanguan pemerinthan islam yang bermasa depan cerah.
Demikianlah sekelumit kisah Ali bin abi thalib ,mungkin masih bnayk yang sisa diceritakan namun ini adlah sebagai gambaran dari sosok Ali bin abi tholib,salah satu orang yang pertama tama menerima islam dengan lapang dada tanpa ada keraguan sama sekali, semoga Allah swt menempatkan belau disisi-Nya tmpat yang tebaik aamin. wassalaamu'alaikum warahmatullaahiwabaraakatuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar